Padang Pariaman ( Indomen) - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis meminta warga dan jajaran di dinas pendidikan setempat untuk membatasi penggunaan gawai atau telepon pintar pada anak guna menjaga kesehatan, perkembangan, dan keseimbangan anak.
"Gawai dapat merusak kesehatan dan karakter anak, padahal mereka tumpuan harapan kita," kata dia di Parik Malintang, Selasa.( 11/3)
Ia mengatakan dirinya memahami adanya sisi positif dari penggunaan gawai namun perangkat teknologi itu juga memiliki sisi negatif yang harus dikontrol agar tidak merusak kesehatan dan karakter anak.
Oleh karena itu dirinya tidak saja meminta orang tua untuk membatasi anak menggunakan gawai namun juga melarang jajaran dinas pendidikan setempat memberikan tugas kepada siswa yang menggunakan referensi internet guna meminimalisir ketergantungan anak terhadap salah satu perangkat elektronik tersebut.
Untuk mencari materi pembelajaran pada usia SD dan SMP, lanjutnya seharusnya tidak melalui gawai namun menggunakan buku-buku seperti yang dilakukan oleh generasi sebelumnya yang bahkan banyak diantaranya yang sukses.
"Dan saya melarang siswa SD dan SMP membawa gawai ke sekolah," tegasnya.
Ia menyampaikan penggunaan gawai seharusnya dimulai pada usia memasuki SMA karena sudah mulai mengetahui manfaat dari perangkat teknologi tersebut.
Menurutnya menyayangi anak tidak harus dengan harta yang dimiliki namun dengan penuh kasih sayang dan memberikan perhatian bahkan mengajak mereka bermain dan membantu mengerjakan tugas sekolah jika mengalami kendala.
Bahkan dirinya meminta orang tua di daerah itu untuk tidak membiarkan anak mereka bermain sendirian karena selain ditakutkan mendapat pengaruh negatif dari teknologi namun juga menjadi korban pelaku kejahatan seksual yang saat ini marak terjadi.
"Bermain Hp (gawai) sendirian nanti mereka membuka aplikasi-aplikasi yang tidak seharusnya dan yang belum saatnya mereka gunakan," katanya.
Ia mengatakan pemerintah setempat akan menerapkan proses belajar mengajar di sekolah 5 hari dalam sepekan pekan guna meningkatkan kualitas kebersamaan anak dengan orang tua.
Permintaan pembatasan penggunaan gawai pada anak tersebut juga menjadi salah satu materi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat bertemu masyarakat pada pelaksanaan Safari Ramadan.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengusulkan agar tugas-tugas sekolah tidak lagi diberikan menggunakan gawai, melainkan dilakukan secara manual sebagai upaya mengurangi ketergantungan penggunaan gawai pada anak.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Mendikdasmen Prof Mu'ti, Kementerian PPPA mengusulkan untuk mengurangi penggunaan gadget di lingkungan anak-anak. Bagaimana bila tugas-tugas sekolah itu tidak lagi menggunakan gadget, tetapi secara manual seperti sebelum masa COVID-19," kata Arifah Fauzi di Jakarta.
Upaya ini sekaligus mendukung rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk membatasi penggunaan media sosial oleh anak.
Arifah Fauzi juga mengusulkan agar ada buku penghubung antara sekolah dan orang tua murid agar terjalin komunikasi dua arah dalam memantau perkembangan belajar murid.( Syaf
0 Komentar